July 10, 2011
paranoia
apakah kau sekadar bintang terang
menyinar malam sepiku
hanya mampu untuk dilihat
digapai tidak?
siaplah kekasih
bernafas dalam paranoiaku.
June 25, 2011
layang-layang
lihat itu,
layang-layang terputus tali.
dia terbang tinggi,
akhirnya jatuh sendiri.
dikutip seorang kemudi,
lalu dititip rapi.
lihat itu,
layang-layang tadi terbang kembali.
sebalik semilir angin,
dia berbunyi-
hey!
jangan terbangkan aku setinggi-tinggi.
aku tak mau terputus lagi,
aku tak mau terjatuh sendiri,
aku tak mau berganti kemudi.
April 10, 2011
kabul
mungkin saja mintaku dikabulkan
saat terdiamkan hasrat hati
dan dimatikan perasaan.
April 3, 2011
jahiliyyah
maafkan aku kekasih seluruh alam-
bukanlah aku meragu sempurnamu
tidaklah aku menafi hebatmu
jujurlah aku mengaku beradamu
kaburlah aku menepi cintamu.
adapun dalam diri yang merasa tidak-tidak
terkadang membuat diri berkehendak-
supaya aku dipulangkan ke tempat itu
di mana segala kebodohan tertumpu
yang sehingga kini membuat termangu
kenapa begitu sekali jahilnya aku-
saat aku dipijakkan
saat aku dikoyakkan
saat aku dibohongkan
saat aku dipatungkan
bersoraklah dia atas kemenangan ini
yang bagi aku jijik lagi menyialkan.
sebetulnya, pasti aku tidak terpulangkan ke sana, bukan?
terima kasih atas perhatianmu, kekasih.
mungkin aku masih belum pulih.
January 25, 2011
cinta manusia
cinta itu seadanya mencelikkan
sedang kita-kita ini yang membutakan;
nan tersadung sungkur cinta disalahkan
walhal kita-kita ini yang punya akal fikiran.
cinta itu sedianya terang
andai kita-kita ini melihatnya senang;
sayangnya cinta bisa menjurang
dek niat kita-kita ini terkadang curang.
harapnya kita-kita ini
tidak membutakan dan melihat senang
harapnya kita-kita ini
bisa dicelik dan dinampak terang
harapnya kita, yang kita-kita ini
menemu cinta waktu terpanjang.
November 22, 2010
tak akan pernah
apa tidak kau dengar bunyi gelas kaca yang berderai
atau kau mahu aku lalukan setiap serpih itu di alur tapakmu?
tak perlulah cuba dicantum-cantum lagi,
titis darahmu bukan pernah untukku, bukan?
kau takkan pernah tau bagaimana rasanya
disejuk bekukan dan akhirnya pecah sendiri.
kau tak akan pernah tau.
October 15, 2010
belasungkawa
dari hati hitam:
kenapa bohong dengan jujur aku, sial?
selamat pergi mati.
aku iring kau dengan gelak sinis.
September 28, 2010
rangkulkan aku tuhan, dan jangan lepas.
temankan aku oleh penjaga titipanmu
agar aku diamankan dari
porak peranda sang ingkar itu.
sudikanlah berbual sama aku
dari hembusan anginmu yang tenang
biar terhilang segala gundah
berganti rasa yang indah-indah.
aku ini tidak kenal siapa aku;
cukup dimengertikan hati
bahwa adanya dia bukan untuk membenci.
cukup diterjemahkan akal
bahwa wujudnya dia bukan untuk menyangkal.
maka apa yang dilakukan aku ini,
wahai hati wahai akal?
saat aku mula membenci
setiap yang ada aku menyangkal.
tolong aku untuk berhenti, tuhan.
berhenti dari segala rasa yang tidak-tidak.
tolong aku untuk mengerti, tuhan.
mengerti bahwa terciptanya aku ini
untuk berbahagia kelak.
hidup ini terlalu indah untuk ditangiskan
lalu ku serahkan segalanya
pada kamu yang merencanakan.
campakkan saja aku
ke jalan ceritamu yang agung
demi pengakhirannya yang
tak pernah ku nanti canggung.
dan di sepanjang waktu itu-
tetap rangkulkan aku tuhan,
dan jangan lepas.
September 25, 2010
tuhan,
berikan aku sedikit kekuatan
sedarkan aku dari angan-angan
kosong yang memakan jiwa ini.
terlalu banyak persoalan
terlalu banyak kemungkinan
terlalu banyak kesimpulan.
tetapkan hati ini, tuhan.
berikan segala yang mudah
bagi aku menelan.
lewat ini setiap satu itu
memperit jiwa, membunuh rasa.
maka apa yang harus ku lakukan?
terus berdiam diri menjulang angkuh
selama mana ku tahan rapuh
atau terus menjaja cintaku padanya
yang pasti bukan moleknya aku
percaya dia membeli laku.
apa setiap cerita pasti begini, tuhan?
tak terbendung asakan jiwa
tak tertahan resah di dada
tak terbayang apa akhirnya.
tuhan,
berkali sudah aku meminta
pegangkan jiwanya tatkala wujudnya aku
di setiap hembus nafasnya.
temukan aku dan dia di waktu tertetapkan.
aku ini buntu, aku ini celaru.
pasakkan kuatku tuhan, aku merayu.
agar aku bisa berdiri kala berseorang,
tidak menumpang kasih
apa lagi dikasihan lebih
oleh peneman setiap seorang.
matikan rasa ini
jika itu terbaik untukku.